Club, Mag, Net and Radio For Marketeers Community



Promotion versus Conversation



conver 300x239 Promotion versus Conversation

ilustrasi dari http://expasy.org

Di dalam penelitian kami secara intensif, kami melihat semakin jelas bahwa promotion sebagai alat komunikasi penjualan semakin hari semakin mahal, bersifat vertikal, bersifat One to Many, dan semakin mengalami penurunan kepercayaan. Promosi yang bersifat integrasi semakin dituntut oleh para produsen atau pemegang merek, namun diimbangi dengan investasi yang pantas atau istilahnya value for money.

Kita semua sadar bahwa untuk meraih perhatian pasar agar mereka berpaling dan memperhatikan kita membutuhkan biaya yang sangat mahal. Seiring mahalnya media-media terintegrasi ini tidak diiringi faktor efektivitas sehingga menjadikan banyak perusahaan yang enggan untuk berinvestasi secara masif di bentuk-bentuk promosi konvensional. Artinya mencari efektivitas semakin membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Oleh karena itu banyak sekali perusahaan-perusahaan mulai mencari peluang melalui kegiatan-kegiatan below the line yang diharapkan mampu memberikan hasil nyata tetapi tetap bisa berada pada ambang investasi yang pantas. Beragam program yang dilakukan mulai dari music event, exhibition, road show, personal selling sampai program-program booth yang dilakukan secara intensif ke berbagai segmen pasar. Hanya saja program-program ini pun dipercaya membuang investasi yang sangat besar dan hasilnya belum tentu nyata. Seperti misalnya event-event yang diadakan produsen rokok, biaya dan hasilnya sangat tidak sesuai jika dihitung di atas kertas.

Oleh karena itu pencarian metode promosi atau komunikasi baru yang lebih efektif terus dilakukan oleh banyak perusahaan dewasa ini. Kalau kita tinjau secara lebih mendalam sebenarnya banyak juga industry yang tumbuh dengan hanya mengandalkan bentuk-bentuk komunikasi yang lebih low budget high impact. Sebagai contoh adalah industri restaurant dan industri kedokteran. Industri restaurant ini adalah industri yang mendekati pasar persaingan sempurna dimana pemainnya sangat banyak dan beragam, sehingga pendekatan komunikasi akhirnya ditempuh oleh banyak pemain untuk merebut pangsa pasar yang semakin beragam.

Akan tetapi kita tahu bahwa kita memilih restaurant bukan karena iklan semata. Kita memilih untuk makan di sebuah restaurant lebih karena adanya rekomendasi dari teman, atau orang-orang di sekeliling kita yang sudah pernah merasakan lezatnya makanan di restaurant tersebut dan kemudian merekomendasikannya kepada orang-orang yang ada di sekelilingnya. Demikian juga dengan industri kedokteran yang sangat diatur cara promosinya sangat bergantung kepada konsep word of mouth yang low budget high impact.

Oleh karena itu tesis kita adalah di era new wave ini, kegiatan promosi perlahan-lahan harus di kombinasikan dengan media-media yang lebih trusted, media-media yang bersifat horizontal dan bersifat Many to Many. Dan media yang paling dipercaya oleh para konsumen adalah konsumen itu sendiri. Perhatikan status-status di Facebook dimana banyak orang sebelum menonton film New Moon, banyak mempertanyakan bagus atau tidaknya film tersebut. Kita sendiri sekarang kalau ingin mengkonsumsi sesuatu mulai bergerak ke dalam media-media social yang terdiri dari kumpulan orang-orang yang sudah pernah mengalami atau pernah mengkonsumsi sebelumnya produk atau jasa yang ingin kita konsumsi.

Hal ini berarti media-media conversation ini menjadi sangat penting di masa depan. Hal itu tercermin juga di dalam segmen yang ada, di dalam konsep Crossing the Chasm karangan Geoffrey A. Moore, dinyatakan bahwa produk-produk yang berkategori distruptive dapat menyeberang ke mainstream secara efektif melalui konsep conversation ini. Pengaruh teman menjadi sangat penting di dalam komunikasi yang trusted (dapat dipercaya) sifatnya. Dunia kita di new wave adalah dunia yang dipenuhi dengan rasa tidak percaya sehingga mata uang penting di era ini adalah Kepercayaan.

Kesimpulan

Di era new wave, pada akhirnya media-media komunikasi yang harus dipilih adalah media-media yang memiliki kekuatan network yang bersifat trusted. Pendekatan komunitas pun menjadi salah satu pilar penting yang harus kita bangun dari sekarang. Misalnya komunitas KasKus, komunitas tempat jual beli terbesar di Indonesia, komunitas tangan diatas, yang merupakan pelopor komunitas UKM yang sangat berpengaruh di Indonesia.

Era promosi yang bersifat vertikal mendapat tantangan yang cukup serius dari media-media yang bersifat horizontal seperti media jejaring social, media milis, blog, tweet, dan lain lain. Kendati peranan media komunikasi vertikal tetap dipandang penting tetapi semakin lama semakin mahal, semakin tidak dipercaya seiring dengan mudahnya akses informasi sehingga semakin tidak efektif dan efisien dimasa-masa yang akan datang. Media yang bersifat One to Many akan berubah kearah Many to Many dimana para influencer seperti teman akan menjadi hub yang sangat efektif di dalam komunitas tersebut.

Untuk memenangkan persaingan komunikasi, bukan lagi dengan menggunakan budget yang besar, tetapi sekarang bagaimana anda dapat merebut hati dari para Hub / orang-orang terpecaya ini agar mau berpihak kepada kita sehingga mau menjadi ambassador dari produk dan jasa yang kita jual.

TWITTER REACTIONS

COMMENTS

  • Pingback: Tweets that mention Promotion versus Conversation | Marketeers -- Topsy.com

  • http://www.media-ide.com Pitra

    Mungkin untuk industri restoran dan dokter, bisa diterapkan komunikasi many to many. Memanfaatkan social media sebagai tools-nya juga ampuh, seperti yang sukses dilakukan Holycow Steak dgn twitternya.

    Namun saat menyentuh industri yang sensitif, seperti rokok, minuman keras, dan benda2 yg dijual hanya untuk 18+, mungkin saya salah, tapi sampai saat ini saya pribadi belum bisa menemukan cara mereka bisa masuk melalui komunikasi many to many. Karena company policy mereka biasanya sangat strict. Produk tidak boleh terekspos kepada mereka yang di bawah 18 tahun. IMO, sangat sulit melakukan hal itu di social media, karena belum ada proses filtering usia yang bisa dianggap mumpuni.